Ghazi al-Gosaibi - Tokoh Sastra Arab Saudi
Ghazi al-Gosaibi yang bernama lengkap Ghazi Abdul Rahman
Al-Ghosaibi, terlahir dari salah satu keluarga kerajaan terkaya di Hofuf yang
letaknya di provinsi Al-Ahsa pada 03 Maret 1940. Ia merupakan seorang intelektual
dan merupakan bagian dari keluarga perdagangan tertua di Arab Saudi dan
Bahrain. Keluarganya itu berasal dari Najdi. Ia merupakan seorang yang multi
talenta. Selain seorang sastrawan yang cukup terkenal, ia juga merupakan
seorang politikus, diplomat, dan teknorat. Pada pertengahan tahun 1970-an, ia
dianggap sebagai salah seorang teknorat tertinggi Arab Saudi. “Godfather of
Renovation”, itulah sebutan Majalla bagi dirinya. Selain itu, ia juga dikatakan
sebagai satu-satunya orang hebat di Arab Saudi, sebagaimana pendapat dari
jurnalis Saudi Othman Al-Omeir.
Ghazi mendapatkan pendidikan dasar dan menengah di Bahrain yang
merupakan protektorat Inggris semasa itu. Ia juga sempat mengenyam bangku
kuliah di Universitas Kairo Mesir, dan pada tahun 1961 ia menerima gelar
sarjana hukum. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanannya pindah ke Amerika
Serikat. Di sana ia lulus dengan mendapat gelar hubungan internasional pada
tahun 1964 di Universitas California. Tidak sampai disitu, ia terus melanjutkan
studinya di University College London pada tahun 1970, dan mendapatkan gelar
PhD di bidang hukum. Tesis PhD nya membahas mengenai krisis Yaman yang
berlangsung dari 1962 hingga 1967. Mengenai kehidupan pribadinya, Al Gosaibi
memiliki pasangan berdarah Jerman. Dari pernikahannya itu menghasilkan empat
orang anak, yakni satu putri dan tiga putra.
Pada ranah karir kesusastraan. Sebagaimana yang telah disebutkan
diatas bahwasannya beliau merupakan salah satu penulis yang amat tersohor di
dunia Arab. Selain itu ia juga seorang diplomat-penyair yang signifikan.
Memiliki kepiawaian dalam sastra, membuat ia dapat menerbitkan hampir 40 buku.
Sebagian besar isi dari buku tersebut adalah puisinya uang menampilkan potret
budaya gurun pasir yang lebih sederhana. Adapun sebagian besar novel-novelnya,
didasari pada topik korupsi, keterasingan Arab, cinta, tabu dan kondisi dari
berbagai Negara Arab. Salah satu novelnya yang paling terkenal yakni Freedom
Apartment or An Apartment Called Freedom (1964), memiliki alur cerita yang
bertemakan kehidupan empat orang Bahrain yang meninggalkan rumah untuk
melanjutkan pendidikan di Universitas Kairo pada tahun 1960-an, yang mana
ternyata, novel ini merupakan cerminan dari pengalamannya sendiri di Kairo.
Selain itu, ada juga novel lainnya yang berjudul Sab’ah (2003), berisikan
tentang sebuah sindiran, juga menggambarkan realitas Arab melalui tujuh
karakter yang memiliki ide dan karya yang berbeda-beda, dan tengah menggoda
wanita yang sama. A Love Story, juga merupakan novel karyanya yang mengisahkan
kehidupan dari seorang novelis yang sekarat di rumah sakit, bermimpi mengenai
kenangan hubungan cinta masa lalunya dengan seorang wanita yang telah menikah.
Tidak hanya sampai disitu. Al-Gosaibi juga menerbitkan beberapa
buku nonfiksi, termasuk pula otobiografi yang berjudul Yes, (Saudi) Minister!
Seumur hidup Administrasi (1999), dan The Gulf Krisis yang menawarkan akun
orang dalam reaksi Arab untuk Saddam Hussein’s invasi Kuwait. Ia juga menulis
esai, yang berfokus pada hubungan antara Arab dan dunia barat.
Namun, ada beberapa bukunya termasuk An Appartment Called Freedom,
dilarang di Arab Saudi. Alasan dari pelarangan tersebut adalah karena
karya-karyanya seringkali mengkritik rezim yang tengah berkuasa di suatu
wilayah tersebut, juga mencakup representasi satir dari adat istiadat, soisal,
dan politik. Tapi baiknya hal ini tidak berlangsung lama. Pada awal Agustus
2010, 2 minggu sebelum kematiannya, larangan ini dicabut karena kontribusinya
kepada Negara. Berikut novel-novel hasil karyanya : Al-'Uṣfūrīyah (1996), Humā
(2001), Danaskū (2002), Rajul Jā'a wa-Dhahab (2002), Salma (2002), Sab'ah (2003),
ikāyat ub (2004), Abu Shallākh al-Barmā'ī (2006), Al-Jinnīyah (2006), Alzahāymar
(2010), Sa'adat Alsafeer (2003). Hasil karya lainnya yang diterjemahkan kedalam
bahasa iggris, yakni : Tujuh , oleh Basil Hakim dan Gavin Watterson, Saqi Books
(1999), dan An Apartment Called Freedom (1994) oleh Leslie McLoughlin,
Kegan-Paul (1996). Selain ini, buku Al-Gosaibi yang berjudul Feathers and the
horizon juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Anne Fairbairn pada
tahun 1989.
Pada akhir Juli 2010. Al-Gosaibi menjalani operasi di Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal Riyadh. Namun karena Tuhan berkehendak lain, ia meninggal dunia dengan mengidap kanker usus besar di usianya yang ke 70 tahun, bertepatan pada tanggal 15 Agustus 2010. Jenazahnya dishalatkan oleh Imam Masjid Tuki, bahkan pejabat gubernur Riyadh dan pangeran Sattam turut menghadiri pemakaman beliau. Ia dimakamkan di pemakaman Al-Oud, Riyadh pada hari yang sama. Keluarganya pun mengadakan upacara pemakaman untuknya di Bahrain.
Referensi : https://en.wikipedia.org/wiki/Ghazi_Abdul_Rahman_Al_Gosaibi
Komentar
Posting Komentar