Postingan

Jembatan Ampera – Wisata Kota Palembang

  Siapa yang tidak kenal dengan jembatan ampera?. Jembatan yang terbentang panjang membelah sungai musi dan menyatukan antara ulu dan ilir dari Kota Palembang ini, merupakan bangunan ikonik dari kota Palembang itu sendiri. Jembatan ini menjadi tempat wisata yang sangat rugi jika dilewatkan oleh para pelancong, karena selain kokoh, jembatan ini juga tampak indah apalagi di malam hari. Selain bisa dijadikan sebagai tempat refreshing. Jembatan ini nyatanya juga menjadi simbol kemahsyuran bagi perdagangan di Sumatera. Tak hanya penting untuk urusan logistik dan transportasi, tetapi juga dapat menjadi tempat favorit untuk hunting-hunting foto. Dilansir dari laman travel.detik.com, salah seorang traveller mengatakan bahwa dimalam hari jembatan ampera ini seperti memiliki daya tarik tersendiri. Dari kejauhan kita dapat menikmati gemerlap lampu yang menghiasi badan jembatan. Dengan lampu-lampunya yang berkilauan membuat kita betah berlama-lama menikmati keindahannya. Ada dua kawat besar ...

Ghazi al-Gosaibi - Tokoh Sastra Arab Saudi

  Ghazi al-Gosaibi yang bernama lengkap Ghazi Abdul Rahman Al-Ghosaibi, terlahir dari salah satu keluarga kerajaan terkaya di Hofuf yang letaknya di provinsi Al-Ahsa pada 03 Maret 1940. Ia merupakan seorang intelektual dan merupakan bagian dari keluarga perdagangan tertua di Arab Saudi dan Bahrain. Keluarganya itu berasal dari Najdi. Ia merupakan seorang yang multi talenta. Selain seorang sastrawan yang cukup terkenal, ia juga merupakan seorang politikus, diplomat, dan teknorat. Pada pertengahan tahun 1970-an, ia dianggap sebagai salah seorang teknorat tertinggi Arab Saudi. “Godfather of Renovation”, itulah sebutan Majalla bagi dirinya. Selain itu, ia juga dikatakan sebagai satu-satunya orang hebat di Arab Saudi, sebagaimana pendapat dari jurnalis Saudi Othman Al-Omeir. Ghazi mendapatkan pendidikan dasar dan menengah di Bahrain yang merupakan protektorat Inggris semasa itu. Ia juga sempat mengenyam bangku kuliah di Universitas Kairo Mesir, dan pada tahun 1961 ia menerima gelar sa...

Khalil Gibran - Tokoh Sastra Lebanon

  Salah seorang seniman, penyair, dan penulis asal Lebanon Amerika ini mungkin sudah tidak lagi asing di telinga kita semua. Ia bernama lengkap Gibran Khalil Gibran, atau biasa dikenal dengan Khalil Gibran. Dikarenakan kesusastraannya yang begitu romantis, indah dan memiliki makna yang mendalam, membuat ia menjadi begitu mendunia. Khalil Gibran terlahir dari keluarga katolik Maronit pada 06 Januari 1883 di Basyari, Lebanon. Basyari adalah sebuah daerah yang sering kali disinggahi badai, petir, dan gempa. Dari hal ini, sudah jelas tak heran, jika sedari kecil Gibran terbiasa menangkap berbagai fenomena alam tersebut. Hal ini pulalah yang akhirnya mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.               Sebagian besar ia habiskan masa produktifnya di Amerika Serikat. Gibran meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris sebelum tahun 1918, yakni “The Madman”, “His Parables and Poems.” Pada karyanya yang berjudul Tha ...

Al-Manfaluti - Tokoh Sastra Mesir

  Salah seorang tokoh sastra dari Mesir yang cukup terkenal juga adalah Mustafa Lutfi bin Muhammad Hasan Lutfi al-manfaluti. Beliau terlahir dari keluarga asli keturunan Mesir yang terkenal dengan kemuliaan dan ketenangan etikanya. Al-Manfaluti lahir di Madinah, salah satu kota distrik asiyut, pada 1873 M. Ia hidup di lingkungan yang islami dan bangga dengan agama islam, memperhatikan ilmu hadits dan menghafalkan sejarah nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam. Ia dibesarkan dalama keluarga yang memiliki semangat agama dan pengetahuan mendalam dibidang fiqh. Keluarganya mewarisi ilmu hukum dan syari’ah, dan pernah berada dalam kepemimpinan sufi selama hampir dua ratus tahun. [1]             Disaat usianya   yang masih menginjak 11 tahun, ayahnya mengirimkannya ke al-Azhar agar ia dapat belajar disana. Namun disana (al-azhar) dia hanya mencapai 10 tahun saja. Kemudian ia bertemu dengan Syaikh Muhammad Abduh yang mengajar tafsir...

Mahmoud Darwis – Tokoh Sastra Plaestina

  Salah satu tokoh sastra dari Palestina yang kali ini akan saya bahas adalah Mahmoud Darwish. Beliau lahir di desa Birwa, Palestina pada 13 Maret 1941. Ayahnya seorang muslim pemilik tanah bernama Salim, sedangkan ibunya bernama Hauriyah Darwish, yang merupakan seorang buta huruf (tidak bisa membaca). Ketika Darwish menginjak 6 tahun usianya. Kampung halamannya yang mana itu adalah tempat kelahirannya dihancurkan oleh tentara Israel. Hal ini menyebabkan ia sekeluarga harus meninggalkan kampung halamannya tersebut ke Libanon. Ditahun berikutnya Darwish beserta keluarga kembali lagi ke kampung halaman, namun ternyata kampungnya tersebut telah lenyap, sehingga Deir al-Assad lah yang menjadi tempat berikutnya utnuk mereka tinggali bersama.             Dalam keadaan yang demikian, Mahmoud Darwish tidak putus belajar. Ia masuk ke sekolah menengah di Kafr Yasif. Di usianya yang menginjak 9 tahun, beberapa puisi pertama hasil karyan...

Abu Nawas - Tokoh Sastra Arab masa Abbasiyah

  Pastinya sudah banyak diantara kita yang mengenal siapa itu Abu Nawas. Beliau bernama lengkap Abu Nuwas Al-Hasan bin Hani Al- Hakim (750-810), merupakan seorang pujangga muslim dari Arab. Dia lahir di Kota Ahvaz, Persia. Dalam tubuhnya mengalir darah Arab dan juga Persia, sehingga ia dianggap sebagai salah satu penyair yang besar pada sastra Arab Klasik. Abu Nawas dikenal sebagai seorang legenda sastrawan dan penyair humoris yang diyakini hidup pada masa pemerintahan khilafah Abbasiyah (762-814 M/ 145-199H), yang mana saat itu Sultan Harun Al-Rasyid Al-Abassi lah yang memerintah. Beliau meninggal pada usia 54 tahun, bertepatan pada tahun 814 M, di Baghdad. Abu Nawas memiliki ayah bernama Hani, seorang tentara dari Dinasti Umayyah terakhir, yakni Marwan II bin Muhammad. Ibunya bernama Golban yang berprofesi sebagai tukang tenun berkebangsaan Persia. Ketika ayahnya meninggal dunia di usia Abu Nawas yang masih menginjak 6 tahun, beliau dijual oleh ibunya kepada Sa’ad al-Yashira, s...

Hassan bin Tsabit – Tokoh Sastra Arab Masa Sadrul Islam

  Pada masa sadrul islam (permulaan peradaban islam), diketahui bahwa terdapat tiga pujangga yang teramat mahsyur yang senantiasa menyertai perjuangan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam. Mereka diantaranya adalah Abdullah bin Rawahah, Hassan bin Tsabit, dan Ka’ab bin Malik Radhiallahu ta’ala anhum. Adapun kali ini, saya hendak memaparkan sedikit mengenai Hassan bin Tsabit Beliau yang bernama lengkap Hassan bin Tsabit bin al-Mundzir al-khazrazi al-Anshari, dan biasa dipanggil Abul Walid ini lahir pada tahun 563 M di Yatsrib (Madinah). Suku bangsanya adalah Khazraj (Bani Khazraj). Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam dihadiahi oleh Raja Muqaukis dua bersaudari, yakni Mariyah al-Qibtiah dan Sirrin, beliau Shalallahu ‘alaihi wassallam menikahi Mariyah dan menghadiahkan Sirrin kepada Hassan. Hingga pada akhirnya Hassan bin Tsabit menikahinya. Dari pernikahan ini, Hassan dikarunia anak laki-laki yang diberi nama Abdurrahman. Hassan bin Tsabit adalah sahabat Nabi yang masuk i...