Khalil Gibran - Tokoh Sastra Lebanon
Salah seorang seniman, penyair, dan penulis asal Lebanon Amerika
ini mungkin sudah tidak lagi asing di telinga kita semua. Ia bernama lengkap
Gibran Khalil Gibran, atau biasa dikenal dengan Khalil Gibran. Dikarenakan kesusastraannya
yang begitu romantis, indah dan memiliki makna yang mendalam, membuat ia
menjadi begitu mendunia. Khalil Gibran terlahir dari keluarga katolik Maronit
pada 06 Januari 1883 di Basyari, Lebanon. Basyari adalah sebuah daerah yang
sering kali disinggahi badai, petir, dan gempa. Dari hal ini, sudah jelas tak
heran, jika sedari kecil Gibran terbiasa menangkap berbagai fenomena alam
tersebut. Hal ini pulalah yang akhirnya mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang
alam.
Sebagian besar ia habiskan masa produktifnya
di Amerika Serikat. Gibran meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris
sebelum tahun 1918, yakni “The Madman”, “His Parables and Poems.” Pada karyanya
yang berjudul Tha Madman ini, sangat tergambar dengan jelas mengenai eratnya
persahabatannya dengan Mary. Setelah The Madman, buku hasil karyanya yang juga
diluncurkan dalam bahasa Inggris adalah Twenty Drawing (1919), The Forerunne (1920),
dan The Prophet (1923). Buah karyanya itu menjadi cara bagi dirinya untuk
memahami dunia sebagai seorang yang dewasa dan karyanya yang berjudul The
Prophet ini termasuk karyanya yang sangat populer. Adapun karyanya yang lain,
yakni sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon yang ditulis dalam bahasa Arab, namun
tidak lagi dipublikasikan, lalu pada tahun 1918-1922 dikembangkan lagi untuk
ditulis ulang dalam bahasa Inggris. Selain itu, Gibran juga memiliki karya lain
yang cukup terkenal, yakni al- Ajnihat al-Mutakassirat. Novel ini dicetak di
New York pada tahun 1912, dan menjadi kali pertamanya karya yang dicetak dalam
bahasa Arab. Novel al-ajnihat al-Mutakassirat adalah novel klasik pertama karya
Gibran yang juga lama menduduki daftar-daftar best seller dunia, bahkan lebih
lama dibandingkan karyanya yang berjudul “The Prophet”, yakni selama empat
tahun. Di dunia Arab, novel al-ajnihat al-mutakassirat (The Broken Wings) ini
terasa begitu besar. Hal ini dikarenakan untuk kali pertamanya wanita-wanita
Arab yang dinomor duakan jadi memiliki kesempatan untuk bersuara bahwasannnya
sebagai istri mereka juga memiliki hak untuk memprotes kekuasaan yang
perkawinan atur.
Gibran mendirikan
sebuah asosiasi penulis Arab yang diberi nama Arrabithah al-Alamiah (Ikatan
Penulis) pada tahun 1920. Tujuan dari didirikannya ikatan ini adalah untuk
merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Sejalan dengan naiknya reputasi
Gibran, ia memiliki banyak pengagum, yang mana salah satunya adalah Barbara
Young. Ia mengenal Gibran setelah ia membaca “The Prophet”. Barbara Young adalah
seorang pemiliki toko buku. Selama tinggal di New York. Barbara selalu aktif
dalam menghadiri kegiatan studio Gibran.
Gibran juga turut
menyelesaikan karyanya yang lain, yakni Sand and Foam (1926) dan Jesus the Son
of Man (1928). Ia juga membacakan naskah drama hasil karyanya, yakni Lazarus
pada 06 Januari 1929. Kemudian ia menyelesaikan The Earth Gods pada 1931.
Adapun karyanya yang lain adalah The Wanderer, yang selama ini ada di tangan
Mary, diterbitkan tanpa nama pada 1932, dan setelah kematiannya juga
diterbitkan lagi tulisannya yang lain yang berjudul The Garden of the Propeth.
Gibran meninggal pada 10 April 1931 pukul 11.00 malam. Selama ini ia menderita sirosis hati dan tuberculosis, namun ia selalu menolak untuk dirawat di rumah sakit. Hingga pada suatu pagi yang mana hari itu adalah hari terakhir bagi dirinya. Dia dibawa ke St. Vincent’s Hospital di Greenwich Village. Kemudian, jenazah Gibran dikebumikan di Mar Sarkis pada 21 Agustus, (yang kini menjadi Gibran Museum), sebuah biara Karmelit tempat dimana ia pernah melakukan ibadah.
Refrensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kahlil_Gibran
https://hot.liputan6.com/read/4151847/30-kata-bijak-kahlil-gibran-paling-indah-menyentuh-hati
Rendi
Fathurohman, Muhammad Syasi, Ahmad Qonit AD. UNGKAPAN CINTA JIBRAN KHALIL
JIBRAN DALAM NOVEL “AL-AJNIḤAT AL-MUTAKASSIRAT” (Kajian Stilistika). Volume 02
Nomor 01, Januari – Juni 2019. Hal 61.
Komentar
Posting Komentar