Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Nawal Sa’dawy/Samirah binti al-Jazirah

              Nawal As-Sa'dawi lahir 27 Oktober 1931 di Desa Kafr Tahla, sebuah perkampungan kecil di luar Kaherah. Ia adalah seorang penulis feminis, aktivis, dokter, dan psikiater dari Mesir. Ia menulis banyak buku tentang perempuan dalam Islam, dengan perhatian khusus pada praktik pemotongan alat kelamin perempuan di masyarakatnya. Ia digambarkan sebagai "Simone de Beauvoir dari Dunia Arab", dan sebagai "perempuan paling radikal di Mesir".             Beliau tidak seperti intelektual Mesir lain sezamannya, yang kebanyakan menghabiskan masa studi di luar negeri. Ia menjatuhkan pendidikan tingginya pada   Fakultas Kedokteran Universitas Kaherah, sebuah jurusan yang hanya disentuh oleh kaum laki-laki, tetapi justru yang diinginkan oleh Nawal. Ia meraih gelar sarjana psikiatri pada tahun 1955 dan dinyatakan sebagai lulusan terbaik dari ratusan mahasiswa.  ...

Taufiq Hakim

              Taufiq Ismail al-Hakim lahir pada 9 Oktober 1898, di Alexandria, Mesir, dari ayah Mesir dan ibu Turki. Ayahnya, seorang perwira sipil yang kaya dan termasyhur, bekerja sebagai hakim di pengadilan di desa al-Delnegat, di provinsi Beheira tengah. Ibunya adalah putri seorang pensiunan perwira Turki.             Taufiq el-Hakim adalah seorang penulis modern abad pertengahan yang populer sebagai penulis produktif yang telah melahirkan banyak karya. Ia juga salah satu penulis yang memiliki imajinasi yang hebat. Dunia sastra Arab selalu lekat dengan karya-karyanya yang bagus dan para penulisnya yang legendaris. Tak hanya di Timur Tengah, ia bahkan menjadi legenda di pentas dunia sebagai penulis yang luar biasa.             Karya-karyanya bahkan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, termasuk puisi, cer...

Yusuf Idris

              Yusuf mulai meluncurkan antologi cerpennya pada tahun 1950. Ia merupakan sastrawan seangkatan dengan Najib Mahfuz dan Taufiq al-Hakim. Beberapa kali ia pernah dinominasikan sebagai penerima hadiah novel tetapi tidak menang. Ia merasa tidak dimenangkan karena terlalu vokal terhadap Israel. Walaupun gagal menerima novel, ia memperoleh penghargaan dari pemerintah di bidang sastra pada tahun 1991.             Yusuf Idris dikenal secara luas sebagai father of Arabic Short Story. Ia sering   juga disebut sebagai   a Renovator   and Genius of Short Story. Sebagai Bapak Cerpen Arab, ia telah menulis antologi cerpen, yaitu Arkhasu Layal (1954) dan Al-‘Askary al-Aswad (1955). Di samping antologi cerpen, ia juga menulis cerita lainnya, yaitu   Lughat al-Ay Ay, Bait min Lahm, Qa’u al-Madinah, An-Nadahah, Rijal wa Tsairan, Haditsah Syaraf, Akhir ad-Du...

Najib Mafuz

              Najib Mahfuz dilahirkan pada 11 desember 1911 di Jamaliyah, Distrik tua dikota Kairo. Ia putra termuda dari tujuh bersaudara. Karena masa kecilnya menderita penyakit sejenis epilepsi yang memaksanya untuk selalu beridam diri dirumah, Najib Mahfuz baru dapat menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 1925. Masa kecil hingga remajanya digunakan belajar mengaji Al-Qur’an di sekolah-sekolah agama. Pendidikan sekolah lanjutannya tidak banyak berkaitan dengan pendidikan kesusastraan. Murid-murid di sekolah itu diarahkan kepada penguasaan bahasa dan kebudayaan Arab.             Walaupun demikian, ia memiliki kemampuan penguasaan bahasa Prancis dan Inggris, yaitu bahasa-bahasa karya fiksi yang dibacanya ketika masih sangat muda. Pada tingkat ini, ia hanya menulis dan menterjemahkan karya-karya tersebut kedalam bahasa Arab. Walaupun ia mendapatkan materi kesusastraan ...

Mustafa Lutfi al-Manfaluti

  Mustafa Lutfi el-Manfaluti (lahir di Kota Manfalut, Mesir, 1876 – meninggal 1924) adalah penulis dan penyair Mesir. Ayahnya Sayyid Muhammad Luthfi   masih mempunyai garis keturunan dengan nabi Muhammad SAW melalui darah Husain bin Ali bin Abi Thalib. Sedangkan ibunya, Siti Hanim adalah keturunan Turki Corbaji. Lalu   ia pernah belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo. Sebelum berusia dua belas tahun, ia diketahui telah hafal Al-Quran. Kemudian ia banyak menerjemahkan dan menovelkan drama dari bahasa Perancis, termasuk beberapa cerita pendek. Karyanya yang paling terkenal adalah kumpulan artikel dan puisi berjudul: el-Nazarat. Namun ia sendiri diketahui tidak dapat membaca atau berbicara dalam bahasa Prancis. Ia meminta beberapa temannya untuk menerjemahkan beberapa buku ke dalam bahasa Arab, untuk kemudian ia tulis ulang.             Sejak saat hamka dituding menjiplak karya Mustafa Luthfi al - Manfaluthi namanya me...

Prosa Arab era modern (non sastra)

Prosa sastra arab dikenal sebagai An-Natsr Al-Adaby yang berarti perkataan yang tidak terkait penuh dengan wazan dan qafiyah. Prosa sastra arab telah banyak mengalami perubahan karakteristik berdasarkan zamannya yang terbagi menjadi Masa Jahiliyah, Masa Islam, Masa Umayyah, Masa ‘Abassiyah, dan Prosa Modern. Ciri-ciri prosa modern ini lebih memperhatikan pemikiran daripada unsur gaya atau uslubnya, tidak banyak menggunakan kata-kata retoris seperti saja’, tibaq, seperti pada masa-masa sebelumnya. Tema prosa di masa ini cenderung mengarah pada tema yang tengah terjadi di masyarakat, misalnya masalah politik, sosial, maupun agama. Perubahan gaya bahasanya adalah salah satu hal menonjol yang dapat dilihat dari prosa modern ini. Yang awal masih tradisional di mana kalimat yang digunakan masih panjang-panjang dan klasik berganti menjadi kata yang serba singkat dan cepat.             Prosa pada zaman ini dibagi menjadi dua macam, yakni ...

Sastra Mahjar (Tokoh dan Karyanya)

              Kata Al-Mahjar ( Arab : المهجر , ) (diromanisasi :   al-mahjar , merupakan salah satu makna yang lebih harfiahnya menjadi " Arab diaspora" ) yaitu   adalah sebuah gerakan sastra dimulai oleh penulis berbahasa Arab yang berimigrasi ke Amerika   dari Ottoman -pemerintah Lebanon, Suriah dan Palestina pada pergantian abad ke-20. Seperti pendahulunya dalam gerakan Nahda atau ("Renaisans Arab"), para rombonngan penulis gerakan Mahjar dirangsang oleh pertemuan pribadi mereka dengan dunia Barat serta berpartisipasi dalam pembaruan sastra Arab.,   karena itu pendukung mereka kadang-kadang disebut sebagai penulis "almarhum Nahda".   Para penulis ini, di Amerika Selatan serta di Amerika Serikat, memang berkontribusi pada perkembangan Nahda di awal abad ke-20.   Kahlil Gibran dianggap sebagai yang paling berpengaruh dari "penyair Mahjar"   atau "penyair Mahjari".     ...

3 tokoh Pembaharu (Mutran, Aqqad, dan Mazini)

1.       Khalil Mutran         Khalil Mutran dianggap sebagai perwakilan dari puncak sekolah neoklasik ini. Antologi puisinya "Diwan" penuh dengan patriotisme, politik, dan dedikasi yang tulus. Untuk perlindungannya tentang cinta, ia sangat dekat dengan romansa, yang setidaknya mengungkapkan pengalaman pribadinya tentang cinta, kenangan masa kecil, sejarah waktu, impian manusia, kondisi sosial dan penderitaan sosialnya. 2.       Abbas mahmud al aqqad            Seperti yang kita semua tahu, Abbas mahmud al aqqad (1889-1973) lahir di Aswan dari ayah Mesir dan ibu Kurdi. Pada awalnya, Akkad dikenal sebagai penyair reformasi di dunia sastra Arab modern, dan karyanya menunjukkan keterputusan dari ikatan tradisional yang ada. Selain menulis puisi, Akkad juga dikenal dengan novel semi-otobiografinya "Sarah". Seperti Syukri, Aquid juga mengkritik pencipta...

Kemuncualan aliran Pembaharu (Apollo dan Diwan)

Setelah munculnya aliran Neoklasik, satu aliran yang juga merupakan aspek pembaharuan sastra Arab adalah Aliran Apollo dan Diwan. Aliran Apollo             Nama Apollo sendiri diambil dari nama dewa puisi bangsa Yunani, yakni Apollo. Nama tersebut dipilih sebagai sumber inspirasi untuk para sastrawan. Aliran Apollo ini muncul pada tahun 1992 dan dipelopori oleh Ahmad Zaki Abu Syadi (1892-1955). Abu Syadi merupakan seorang dokter dan ahli bakteriologi yang lama menetap di Inggris dan Amerika. Selain itu, di sana ia juga banyak mempelajari sastra Inggris dan Perancis, terutama karya-karya milik Keats, Shelly, Woordsworth, Dickens, Arnold Bennet dan G.G. Shaw. Abu Syadi mulai menerbitkan sebuah majalah yang bernama “Apollo” ketika dia kembali ke Mesir. Majalah tersebut diterbitkan dengan dua bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Isi dari majalah tersebut tak lain memuat karya-karya sastra seperti puisi. Tak hanya Abu Syadi,...

Tokoh-tokoh Neoklasik dan Karyanya

 1.  Mahmud Sami al Barudi (1838-1904M) adalah pelopor dalam pendirian mazhab neoklasik sastra Arab (al muhafidin), khususnya dalam genre puisi yang populer di kalangan orang Arab. Ia adalah sumber inspirasi bagi tiga penyair besar, yaitu Ahmad Syauqi (1969-1932 M) dan Hafidz Ibrahim (1871-1932 M). Dan Khalil Mutran (1872-1949 M). Ketiga penyair di atas semuanya merupakan tokoh-tokoh yang mengikuti jalan yang ditempuh Albarudi dalam menulis warisan puisi klasik, dan tentunya memberikan komentar dan inovasi terutama pada isu-isu pada masanya. Inovasi komposisi mereka adalah mereka telah menggubah banyak tema puitis yang bersumber dari selera pribadi dan kelompok. Namun banyak kritik yang menyayangkan hal ini, karena banyak tema puisi yang tersusun dari permasalahan implementasi pada saat itu, dan karena tidak melibatkan emosi personal, puisi tampil sangat obyektif, yang telah menjadi kritik keras terhadap romantisme dan munculnya romantisme. Koran Diwan Central.  Adapun po...

Kemunculan aliran Neoklasik (al-Muhafizun)

     Kemunculan aliran neoklasik ini atau yang biasa disebut dengan al-Muhafizun, awalnya menjadi reaksi atas datangnya Napoleon Bonaparte ke Mesir pada tahun 1798, yang menjadi tanda masuknya kebudayaan Prancis ke dunia Arab. Yang mempelopori aliran ini adalah Mahmud Sami al-Barudi dan Ahmad Syauqi. Fenomena munculnya pemikiran dan gerakan neo-klasik ini memiliki peranan yang amat penting dalam sejarah Arab modern, sebagaimana halnya dengan gerakan yang terjadi dalam kebudayaan Barat. Apabila dalam kebudayaan Barat aliran ini berorientasi untuk menghidupkan sastra Yunani dan Latin Kuno, maka neoklasik Arab berkeinginan untuk membangkitkan kembali keindahan puisi Abbsiyah, seperti puisi Abu Tamam, Ibnu Rumi, Abu Nawas, al-Mutannabi, dan al-Buhturi. Keindahan puisi Abbsiyyah secara stilistika dikombinasikan dengan semangat baru. [1] Gerakan yang dipelopori al-Barudi dan Syauqi ini ternyata disambut dan didukung oleh para sastrawan lain di Mesir, seperti Hafiz Ibrahim, Is...